Nissan Motor Thailand dikabarkan telah menyuntik mati tiga model mobil populer setempat yakni X-Trail, Teana, dan Sylphy. Produksi dan distribusi ketiga model itu dipercaya sudah berhenti.

X-Trail adalah SUV menengah yang saat ini masih dijual di Indonesia, sementara Teana sedan kelas menengah bermesin 2.000 cc yang sempat dijual di Tanah Air. Sedangkan Sylphy berupa sedan ringkas 1.600 cc yang tak pernah ditawarkan di Indonesia.

Menurut keterangan Bangkok Post, Rabu , informasi discontinue itu berasal dari surat keterangan Nissan Motor Thailand untuk jaringan dealernya di seluruh negeri. Surat itu menjelaskan produksi lokal X-Trail, Teana, dan Sylphy berakhir pada 31 Agustus dan distribusinya berhenti satu hari setelahnya pada 1 September.

Keputusan itu berdasarkan strategi pemasaran dan penjualan Nissan yang baru di Thailand. Sebagai gantinya perusahaan berkonsentrasi pada mobil ringkas, citycar, mobil komersial, dan kendaraan listrik.

Pejabat eksekutif Nissan Motor Thailand yang dikonfirmasi Bangkok Post terkait hal ini tidak menyangkal ataupun membenarkan.

“Kami tidak mengomentari strategi produk kami,” kata satu seorang pejabat.

Dalam surat keterangan Nissan Motor Thailand juga menyarankan dealer berhenti mempublikasi dan mempromosikan ketiga tiga model tersebut usai stok ludes terjual.

Urusan ketersediaan suku cadang dan servis berkala untuk ketiga mobil itu disebut tetap tersedia sebagai jaminan terhadap konsumen.

Pisit Rangsaritwutikul, Presiden Thailand Automotive Institute (TAI) yang berada di bawah Kementerian Perindustrian Thailand mengatakan ‘tak terkejut’ atas pemberitaan ini.

Menurut dia pasar Thailand saat ini potensial untuk kendaraan listrik dan kemungkinan prinsipal melihat itu sebagai peluang untuk mengubah haluan bisnis.

Perubahan jalur produksi selama resesi ekonomi akibat dampak pandemi juga dinilai wajar. Nissan juga dianggap sedang menyesuaikan diri dengan pasar di masing-masing negara.

“Perusahaan induk sudah mempertimbangkan dengan cermat model mobil apa yang akan diproduksi untuk memuaskan pengendara di berbagai negara,” kata Pisit.

Pada bulan lalu Nissan sudah menyatakan bakal memusatkan fasiltas produksi di Thailand setelah menutup pabrik perakitan di Indonesia. Nissan baru saja memproduksi Kicks e-Power di Thailand sebagai bukti arah baru ke teknologi kendaraan listrik.

Share This Article